TINJAUAN ALKITABIAH: IBADAH DALAM PERJANJIAN LAMA, PERJANJIAN BARU & APLIKASINYA BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI
1. IBADAH DALAM PERJANJIAN LAMA
Fokus: Ritual, simbol, korban binatang, tempat kudus (Kemah Suci/Bait Allah)
Tujuan: Penyembahan, penebusan dosa, pemulihan hubungan dengan Allah
Ciri khas:
- Imamat 1–7: Tata cara korban bakaran, korban keselamatan, dll.
- Ibadah terpusat: di Kemah Suci/Bait Suci
- Imam sebagai perantara
- Hari-hari raya: Paskah, Hari Pendamaian (Imamat 23)
> Ibadah diatur secara ketat untuk menyatakan kekudusan Allah dan kebutuhan manusia akan pengampunan.
2. IBADAH DALAM PERJANJIAN BARU
Fokus: Relasi pribadi melalui Kristus, dalam roh dan kebenaran
Perubahan utama:
- Yohanes 4:23-24: Menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran
- Ibrani 10:10-14: Yesus sebagai korban sempurna, menghapus sistem korban binatang
- 1 Korintus 3:16: Orang percaya adalah Bait Allah
- Ibadah menjadi gaya hidup (Roma 12:1)
Ibadah bukan lagi terikat tempat atau ritual, tetapi hidup dalam penyerahan dan ketaatan kepada Kristus.
3. APLIKASI BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI
- Ibadah bukan hanya hari Minggu → seluruh hidup adalah penyembahan
- Kehadiran Tuhan → tidak tergantung tempat, tapi hati yang berserah
- Menjaga kekudusan hidup (1 Petrus 1:15)
- Melayani dan memberi dengan hati yang tulus (Ibrani 13:15-16)
- Ibadah kolektif tetap penting (Ibrani 10:25)
KESIMPULAN:
Ibadah dalam PL menekankan simbol dan ritual; dalam PB, berpusat pada Kristus dan hati yang menyembah dalam roh. Orang Kristen masa kini dipanggil hidup dalam penyembahan sejati—bukan hanya dalam liturgi, tetapi dalam setiap aspek kehidupan. YP
REFERENSI BUKU & SUMBER:
- Desiring God – John Piper
- Worship Matters – Bob Kauflin
- The Knowledge of the Holy – A.W. Tozer
- The Spirit of the Disciplines – Dallas Willard
- Teologi Sistematika – Louis Berkhof (topik: Ibadah & Penebusan)
No comments:
Post a Comment