Saturday, January 24, 2026

Bangkit dari Kegagalan



Ibadan Pemuda (24/1/2026)

Tema: Bangkit dari Kegagalan melalui Kasih Karunia

Nats Alkitab: 2 Korintus 12:9

Pendahuluan

Dunia sering mendefinisikan keberhasilan lewat pencapaian materi, popularitas, atau status sosial. Bagi pemuda Kristen, tekanan ini sering kali menimbulkan ketakutan luar biasa akan kegagalan. Namun, kita perlu memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sering kali merupakan cara Tuhan untuk membentuk karakter kita agar lebih tangguh dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.



______________

I. Mengapa Kita Gagal? (Akar Masalah)

Sebelum kita bangkit, kita perlu mengevaluasi diri dengan jujur. Ada empat faktor utama yang sering menjadi "lubang" penyebab jatuhnya pemuda Kristen:

1. Krisis Kepercayaan (Iman yang Dangkal): Sering kali kita hanya percaya pada Tuhan saat keadaan baik. Ketika badai datang, kita meragukan janji-Nya. Tanpa akar iman yang kuat, angin pencobaan akan mudah menumbangkan kita.

2. Lengah dalam Pergaulan: Alkitab mengingatkan bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33). Lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan rohani perlahan akan mengikis nilai-nilai kristiani kita.

3. Buta Aksara Rohani (Kurang Pengetahuan Alkitab): Hidup tanpa Firman seperti berjalan di hutan gelap tanpa kompas. Tanpa pengetahuan Alkitab, kita tidak memiliki dasar untuk mengambil keputusan yang benar.

4. Penyakit "Aku" (Kesombongan): Merasa sanggup melakukan segalanya sendirian adalah awal dari kejatuhan. Kesombongan menutup telinga kita dari nasihat Tuhan maupun sesama.

______________

II. Perspektif Baru: Kuasa di Balik Kelemahan.

Dalam kegagalan, kita sering merasa lemah dan tidak berdaya. Namun, Rasul Paulus memberikan rahasia besar dalam 2 Korintus 12:9:

"Tetapi firman-Nya kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab di dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi sempurna.'"

Kasih Karunia yang Cukup: Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menjanjikan kasih karunia yang cukup untuk menopang kita di tengah masalah tersebut.

Titik Balik Kuasa Tuhan: Saat kita mengakui bahwa kita tidak mampu (rendah hati), di sanalah kuasa Tuhan bekerja secara maksimal. Kegagalan melepaskan kita dari ketergantungan pada diri sendiri dan mengarahkan kita kepada ketergantungan pada Tuhan.

______________

III. Langkah untuk Bangkit

1. Bertobat dan Mengakui: Akui kegagalan dan kesombongan kita di hadapan Tuhan.

2. Membangun Fondasi Baru: Mulailah disiplin membaca Firman dan berdoa setiap hari.

3. Memilih Lingkungan yang Sehat: Cari komunitas (sel grup/pemuda) yang saling menguatkan dan membangun iman.

4. Jadikan Kegagalan sebagai Guru: Belajarlah dari kesalahan, namun jangan biarkan kesalahan itu mendefinisikan identitasmu. Identitasmu ada di dalam Kristus, bukan pada kegagalanmu.

______________

Kesimpulan

Kegagalan mungkin membuat kita terluka, tetapi jangan biarkan ia membuat kita berhenti. Ingatlah bahwa Tuhan lebih tertarik pada proses pembentukan kita daripada sekadar hasil akhir. Saat kamu merasa lemah, ingatlah bahwa ada kasih karunia yang sedang bekerja menyempurnakan kekuatanmu.


Tuhan tidak mencari pemuda yang tidak pernah jatuh, tetapi Ia mencari pemuda yang mau bangkit kembali bersama-Nya. YP

Sunday, January 18, 2026

Firman Allah yang Hidup & Kuat (Ibrani 4:12-13)

 Firman Allah yang


Hidup & Kuat (Ibrani 4:12-13)

‎1⃣ Kekuatan Firman Allah:

Ayat 12 menjelaskan bahwa firman Allah adalah "hidup dan kuat". Ini menunjukkan bahwa firman-Nya tidak hanya merupakan tulisan biasa, tetapi memiliki kekuatan transformasi yang nyata dalam hidup orang percaya. Kita diundang untuk mempelajari dan merenungkan firman-Nya karena ia mampu mengubah hati dan kehidupan kita.


‎2⃣ Ketajaman Firman:

Firman Allah diibaratkan seperti pedang bermata dua yang tajam. Ini berarti firman-Nya dapat menembus sangat dalam, membedakan antara apa yang lahiriah dan yang batiniah. Ia mampu menyentuh bagian terdalam dari jiwa dan roh kita, memunculkan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam hidup kita.


‎3⃣ Akuntabilitas di Hadapan Allah: 

Pada ayat 13, dinyatakan bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah. Setiap pikiran dan tindakan kita terlihat oleh-Nya. Ini mengingatkan kita untuk hidup dengan kesadaran bahwa kita harus memberikan pertanggungjawaban atas hidup kita kepada Tuhan. Menyadari ini dapat mendorong kita untuk hidup dengan integritas dan kedekatan dengan Allah.


‎➡️Refleksi Pribadi: 

▫️Mengajak diri kita untuk merenungkan: Sejauh mana kita membiarkan firman Allah memenuhi hidup kita? 

▫️ Apakah kita membuka hati untuk mendengarkan dan menerima pembenaran dari firman-Nya? 

▫️Bagaimana kita bisa lebih akuntabel di hadapan Allah dalam tindakan kita sehari-hari?

‎Melalui renungan ini, kita dapat mengingat betapa pentingnya firman Allah dalam kehidupan kita dan berkomitmen untuk lebih mendalami kebenaran-Nya. Semoga renungan ini memberkati dan memotivasi kita untuk terus mencari-Nya! CG YP🙏

Kasih yang Menantikan Kedatangan Tuhan

 Kasih yang Menantikan Kedatangan Tuhan (1 Korintus 16:22–24)


Firman Tuhan:

“Jika seorang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu. Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus. Amin.”

(1 Korintus 16:22–24).


📝 Pendahuluan

Surat 1 Korintus ditutup dengan nada yang sangat tegas namun penuh kasih. Paulus tidak hanya mengakhiri surat dengan salam biasa, tetapi dengan peringatan rohani, pengharapan akan kedatangan Tuhan, dan berkat kasih karunia. Penutup ini menyingkapkan inti kehidupan Kristen: mengasihi Tuhan dan hidup dalam penantian akan kedatangan-Nya.


1⃣ Kasih kepada Tuhan adalah Ukuran Iman Sejati

Paulus berkata dengan keras: “Jika seorang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.”

Ini bukan soal sekadar aktivitas rohani, pelayanan, atau pengetahuan Alkitab, melainkan relasi kasih dengan Kristus.

👉 Seseorang bisa aktif di gereja, tetapi tanpa kasih kepada Tuhan, semuanya menjadi kosong.

👉 Kasih kepada Tuhan tampak dalam ketaatan, kerinduan akan firman, dan kesetiaan dalam hidup sehari-hari.

Apakah aku hanya sibuk melakukan hal-hal rohani, atau sungguh mengasihi Tuhan dengan segenap hati?


2⃣ “Maranata” – Hidup Menantikan Tuhan

Kata “Maranata” berarti “Tuhan kami, datanglah!”.

Ini adalah seruan iman jemaat mula-mula yang hidup dengan kesadaran bahwa Yesus akan datang kembali.

👉 Orang yang mengasihi Tuhan tidak takut akan kedatangan-Nya

👉 Penantian akan Tuhan mendorong hidup yang kudus, setia, dan penuh pengharapan

Apakah hidupku mencerminkan orang yang siap menyambut kedatangan Kristus?


3⃣ Kasih Karunia Menyertai dan Menguatkan

Paulus menutup dengan berkat: “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu.”

Ini menegaskan bahwa hidup Kristen tidak dijalani dengan kekuatan sendiri, melainkan oleh anugerah Tuhan.

👉 Kasih karunia memulihkan yang lemah

👉 Kasih karunia memampukan kita tetap setia sampai akhir. 

Bahkan Paulus menambahkan: “Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.”

Teguran keras tidak menghilangkan kasih; justru kasih sejati berani menegur demi kebenaran.


⬇️ Penutup

1 Korintus 16:22–24 mengajak kita untuk:

▫️Mengasihi Tuhan dengan sungguh

▫️Hidup dalam penantian akan kedatangan Kristus

▫️Bersandar pada kasih karunia-Nya setiap hari


🛐 Doa:

Tuhan Yesus, ajar kami mengasihi Engkau lebih dari segalanya. Biarlah hidup kami siap menantikan kedatangan-Mu, dan dikuatkan oleh kasih karunia-Mu sampai akhir. Maranata. Amin. CG YP

Thursday, January 15, 2026

Kasih yang Berbeda

 Kasih yang Berbeda (Matius 5:46–47) 🌄🙋

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?”

📝 Pendahuluan

Mengasihi orang yang baik kepada kita itu mudah. Namun Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk hidup berbeda dari kebiasaan dunia. Standar Kerajaan Allah bukan sekadar “balas kebaikan dengan kebaikan,” melainkan kasih yang melampaui batas manusiawi.


Isi Renungan

1⃣ Kasih yang Biasa (ayat 46)

Yesus menegur sikap kasih yang bersyarat. Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, maka kasih itu tidak berbeda dari kasih orang berdosa. Kasih Kristen sejati tidak menunggu balasan.


2⃣ Iman yang Tampak dalam Tindakan (ayat 47)

Memberi salam kepada saudara sendiri adalah hal yang wajar. Namun pengikut Kristus dipanggil untuk menunjukkan iman lewat sikap yang nyata kepada semua orang—termasuk yang sulit, berbeda, atau menyakiti.


3⃣ Identitas Orang Percaya

Yesus menegaskan bahwa kehidupan orang percaya harus mencerminkan identitas sebagai anak-anak Allah. Kasih yang radikal adalah tanda bahwa Kristus benar-benar hidup di dalam kita.


➡️ Aplikasi Kehidupan

▫️Apakah kita hanya ramah kepada orang yang sepemikiran dengan kita?

▫️Maukah kita mengampuni orang yang menyakiti?

▫️Bisakah kita tetap mengasihi saat tidak dihargai?

Kasih seperti ini tidak lahir dari kekuatan manusia, tetapi dari hati yang dipenuhi Roh Kudus.


⬇️Penutup

Kasih yang diajarkan Yesus adalah kasih yang melampaui kebiasaan dunia. Ketika kita mengasihi tanpa syarat, dunia melihat perbedaan—dan Allah dimuliakan.


🛐 Doa Singkat

Tuhan, ajar kami mengasihi bukan dengan kasih kami sendiri, tetapi dengan kasih-Mu. Ubah hati kami supaya hidup kami memancarkan kasih Kristus di mana pun kami berada. Amin. CG YP

Wednesday, January 14, 2026

Teologi Pekerjaan

Teologi Pekerjaan Menurut Alkitab

1. Pekerjaan adalah Rencana Allah (Kejadian 2:15)

Sebelum kejatuhan manusia, Allah sudah menempatkan Adam di taman Eden “untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”  

Artinya: Pekerjaan adalah bagian dari ciptaan yang baik, bukan kutuk.

2. Allah Sendiri adalah Pekerja (Kejadian 1-2)

Allah bekerja menciptakan langit dan bumi selama 6 hari, lalu beristirahat pada hari ke-7.  

Implikasi: Bekerja adalah refleksi dari gambar dan rupa Allah.

3. Pekerjaan adalah Pelayanan (Kolose 3:23-24)

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”  

Pekerjaan bukan sekadar cari uang, tapi bagian dari ibadah dan kesaksian.

4. Pekerjaan dan Etika Kristen (Efesus 4:28)

“Orang yang mencuri jangan mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja... supaya dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”  

Bekerja juga untuk memberi, bukan hanya menerima.

5. Bekerja dengan Integritas dan Tanggung Jawab (Amsal 22:29)

“Lihatlah orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri.”  

Bekerja dengan baik adalah kesaksian iman.

6. Istirahat juga bagian dari teologi pekerjaan (Keluaran 20:8-11)

Allah memerintahkan Sabat — karena manusia butuh keseimbangan antara kerja dan istirahat.


Kesimpulan:

Teologi pekerjaan dalam Alkitab menunjukkan bahwa:

- Pekerjaan adalah panggilan ilahi

- Dilakukan untuk kemuliaan Allah

- Membentuk karakter, memberi dampak, dan menjadi kesaksian

- Bukan hanya soal penghasilan, tapi juga tanggung jawab dan ibadah

"Bekerjalah bukan sekadar untuk hidup, tetapi bekerja karena kamu hidup untuk Tuhan." CG YP

Tuesday, January 13, 2026

LGBTQ

 LGBTQ: Pengertian, Latar Belakang, Pandangan Alkitab & Solusi

Pendefinisian terkait orientasi seksual dan identitas gender memang masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Hal ini biasanya beririsan dengan aspek tradisi, agama, dan moral.

Sebagian kalangan ada yang terbuka dengan kemajemukan identitas gender juga Orientasi seksual. Namun, ada pula masyarakat yang meyakini bahwa identitas gender hanyalah lelaki dan perempuan. LGBTQ+, menurut mereka, merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai agama dan moral.

Lepas dari itu, wawasan terkait LGBTQ+ tetap menjadi ihwal yang penting diketahui oleh masyarakat.

1. Apa itu LGBTQ?

LGBTQ adalah singkatan dari:

- L – Lesbian (perempuan dengan ketertarikan seksual/romantis kepada sesama perempuan)

- G – Gay (pria dengan ketertarikan seksual/romantis kepada sesama pria)

- B – Biseksual (ketertarikan kepada dua jenis kelamin)

- T – Transgender (identitas gender berbeda dari jenis kelamin biologis)

- Q – Queer/Questioning (istilah umum untuk identitas seksual/gender non-tradisional) 


Identitas gender

Identitas gender merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan gender seseorang. Identitas gender bisa sama dengan jenis kelamin yang dibawa sejak lahir, bisa juga tidak.

Misalnya, seseorang mendefinisikan identitas gendernya sebagai wanita karena ia lahir dengan jenis kelamin perempuan. Namun, seseorang juga bisa mendefiniskan identitas gendernya sebagai wanita, walau ia sebenarnya ditetapkan sebagai laki-laki sejak lahir.

Perlu diingat bahwa orientasi seksual dan identitas gender merupakan 2 konsep yang berbeda. Setiap orang memiliki orientasi seksual dan identitas gendernya masing-masing, tetapi gender seseorang tidak menentukan orientasi seksualnya.

Sebagai contoh, seorang transgender mungkin saja melabeli dirinya sebagai seorang heteroseksual, homoseksual, biseksual, atau bahkan tidak sama sekali.

Mengenal Istilah LGBT

Setelah mengetahui konsep orientasi seksual dan identitas gender, barulah kita bisa membahas istilah LGBT secara lebih mendalam. Berikut ini adalah penjelasan mengenai istilah LGBT:

1. Lesbian

Lesbian adalah orientasi seksual yang mengacu pada ketertarikan seksual, emosional, atau romantis seorang wanita kepada wanita lainnya. Selain itu, istilah lesbian kini juga dipakai untuk menggambarkan ketertarikan seorang transpuan kepada wanita atau transpuan lainnya.

2. Gay

Gay adalah istilah yang menggambarkan ketertarikan seksual, romantis, atau emosional seseorang kepada individu lain dengan jenis kelamin yang sama. Misalnya, seorang pria tertarik kepada pria lain, atau seorang wanita tertarik kepada wanita lainnya.

Kendati demikian, istilah gay lebih sering digunakan untuk menggambarkan ketertarikan pria kepada pria lainnya. Selain itu, istilah gay juga digunakan untuk:

  • Transpria yang hanya tertarik kepada pria
  • Transpuan yang hanya tertarik kepada wanita

Sebelumnya, orientasi seksual ini disebut dengan istilah homoseksual. Namun, kini istilah homoseksual dianggap sebagai istilah yang sudah ketinggalan zaman dan menyinggung. Oleh sebab itu, istilah gay kini lebih banyak dipakai daripada homoseksual.

3. Biseksual

Biseksual atau yang sering disingkat dengan sebutan ‘bi’ adalah orientasi seksual yang menggambarkan ketertarikan seksual, romantis, atau emosional seorang individu terhadap 2 jenis kelamin atau lebih. Sebagai contoh, seorang pria memiliki ketertarikan terhadap wanita sekaligus pria.

Kendati demikian, ketertarikan yang dimiliki oleh seorang biseksual tidak selalu sama. Misalnya, ada biseksual yang cenderung lebih tertarik kepada wanita tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap pria dan begitu juga sebaliknya.

4. Transgender

Transgender atau yang sering disingkat dengan sebutan ‘trans’ merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan individu yang identitas atau ekspresi gendernya (maskulin dan feminin) berbeda dari jenis kelaminnya saat lahir (laki-laki dan perempuan), misalnya:

  • Transpuan, yaitu wanita yang ditetapkan sebagai laki-laki saat lahir
  • Transpria, yaitu pria yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir

Di dalam istilah transgender terdapat juga istilah transeksual. Transeksual adalah istilah yang digunakan untuk transgender yang sudah melakukan perubahan fisik dengan terapi hormon atau operasi, atau melakukan perubahan identitas, seperti perubahan nama atau jenis kelamin.

5. Queer 

Queer mendeskripsikan identitas seksual dan gender selain heteroseksual dan cisgender. Kadang kala, istilah queer digunakan untuk mengekspresikan bahwa seksualitas dan gender bisa menjadi hal yang membingungkan. Artinya, itu bisa berubah seiring waktu serta mungkin tidak sesuai dengan beberapa identitas, seperti laki-laki, perempuan, gay, dan sebagainya.

2. Latar Belakang

- Muncul dari gerakan kebebasan seksual abad ke-20.

- Diperkuat oleh ideologi modern soal hak individu, identitas gender, dan ekspresi diri.

- Budaya pop, media, dan pendidikan di beberapa negara semakin menormalisasi gaya hidup ini.


3. Pandangan Alkitab

- Dosa di hadapan Allah: Hubungan sesama jenis dilarang (Imamat 18:22; Roma 1:26-27; 1 Korintus 6:9-10).

- Rancangan Allah adalah pria & wanita (Kejadian 1:27; 2:24).

- Identitas sejati ada dalam Kristus, bukan dalam orientasi seksual atau gender.


“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?” – 1 Korintus 6:9


Namun, Alkitab juga menawarkan pengampunan & pemulihan:

"Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah dibasuh..." – 1 Korintus 6:11


4. Solusi dalam Kasih dan Kebenaran

- Penerimaan tanpa kompromi: Orangnya dikasihi, dosanya ditolak.

- Pemuridan & pendampingan: Bantu mereka mengenal identitas sejati dalam Kristus.

- Pengajaran kebenaran Alkitab: Tentang seksualitas, tubuh, dan tujuan hidup.

- Pelayanan pemulihan: Banyak mantan LGBTQ telah mengalami transformasi melalui kuasa Roh Kudus.


Kesimpulan:

LGBTQ adalah realitas yang berkembang, namun bertentangan dengan rancangan Allah menurut Alkitab. Solusinya bukan kebencian, melainkan kebenaran dalam kasih—mengajak kembali kepada Kristus, yang mengubahkan hati dan hidup. YP


Sumber: 

Alkitab

https://belajarbersamayesayapenlobang.blogspot.com/

https://www.alodokter.com/memahami-istilah-lgbt-lebih-dalam

https://tirto.id/apa-itu-lgbtq-singkatan-arti-macam-macam-penjelasannya-grZq




Akibat-akibat Hubungan Seksual di Luar Pernikahan

Akibat-akibat Hubungan Seksual di Luar Pernikahan (Menurut Alkitab & Realita):

1. Akibat Rohani

- Dosa di hadapan Allah: Seks di luar nikah adalah zina/percabulan (1 Korintus 6:18; Ibrani 13:4).

- Memisahkan dari Tuhan: Mengabaikan kekudusan tubuh menjauhkan kita dari hadirat Allah (Yesaya 59:2).

- Merusak identitas rohani: Tubuh kita adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19-20), dan hubungan tak kudus mencemarinya.

2. Akibat Emosional & Psikologis

- Rasa bersalah & malu: Banyak mengalami konflik batin, kehilangan damai sejahtera.

- Luka batin: Terikat secara emosional tapi tanpa komitmen, bisa melukai hati dalam.

- Kehilangan harga diri: Merasa digunakan atau tidak dihargai.


3. Akibat Sosial

- Kehamilan di luar nikah: Bisa berdampak pada stigma sosial & beban keluarga.

- Penyakit menular seksual (PMS): Risiko meningkat tanpa komitmen yang aman.

- Kehancuran relasi: Ketidakpercayaan, kekecewaan, dan sering berakhir dengan hubungan yang rusak.


4. Akibat Hukum

- Di beberapa negara (termasuk sebagian pasal KUHP Indonesia 2023), hubungan di luar nikah bisa dikenai sanksi hukum jika dilaporkan oleh keluarga terdekat. Berikut adalah  akibat hubungan seksual di luar pernikahan menurut KUHP 2023 Indonesia.

KUHP 2023 Indonesia:

- Perzinaan (Pasal 411 KUHP): Dipidana dengan penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak kategori II (Rp 10 juta)

- Persetubuhan terhadap anak di bawah umur (Pasal 414 KUHP): Dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak kategori V (Rp 500 juta).


5. Akibat menurut Alkitab:

- Perzinaan adalah dosa (Keluaran 20:17, Mat 5:27-28)

- Hubungan seksual di luar pernikahan dapat menyebabkan kerusakan hubungan dengan Tuhan (1 Kor 6:18-20)

- Perzinaan dapat menyebabkan konsekuensi spiritual dan emosional (Amit 5:18-20)


Pesan Alkitab:

- Bertobat & pulih: Allah mengampuni yang sungguh bertobat (1 Yohanes 1:9).

- Hiduplah dalam kekudusan: "Jangan berbuat cabul..." (1 Tesalonika 4:3-5).

- Hargai tubuhmu: Karena itu milik Kristus, bukan untuk kesenangan sesaat.


Kesimpulan:   

Hubungan seksual di luar pernikahan membawa konsekuensi luas—rohani, emosional, sosial, dan bahkan hukum. Tetapi anugerah Allah tetap terbuka bagi mereka yang mau bertobat dan kembali hidup dalam kekudusan. CG YP

Bangkit dari Kegagalan

Ibadan Pemuda (24/1/2026) Tema: Bangkit dari Kegagalan melalui Kasih Karunia Nats Alkitab: 2 Korintus 12:9 Pendahuluan Dunia sering mendefin...