Orang Percaya Dibaptis Dulu atau Dibimbing Dulu?
Pendahuluan
Di dalam kehidupan gereja sering muncul pertanyaan:
“Apakah seseorang harus dibaptis terlebih dahulu baru dibimbing, atau dibimbing
dahulu baru dibaptis?”
Pertanyaan ini penting karena menyangkut keselamatan, pertobatan,
pemuridan, dan pertumbuhan rohani orang percaya. Dalam praktik gereja-gereja
Kristen, ada beberapa perbedaan pendekatan, tetapi Alkitab memberikan prinsip
yang jelas bahwa baptisan bukan sekadar upacara, melainkan tanda iman dan
pertobatan kepada Kristus.
1. Baptisan dan Pemuridan dalam
Amanat Agung
Tuhan Yesus berkata:
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
— Matius 28:19-20
Dari ayat ini terlihat ada tiga unsur penting:
- Menjadikan murid
- Membaptis
- Mengajar
Artinya, sebelum seseorang dibaptis, ia harus terlebih dahulu mengenal
Kristus dan percaya kepada-Nya. Setelah dibaptis, ia tetap harus dibimbing dan
diajar agar bertumbuh dewasa secara rohani.
2. Pola Alkitab: Percaya → Dibaptis
→ Dibimbing
Dalam Perjanjian Baru, pola yang paling sering muncul adalah:
a. Mendengar Injil
Orang mendengar kabar keselamatan.
b. Bertobat dan Percaya
Mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
c. Dibaptis
Baptisan menjadi tanda iman dan pertobatan.
d. Dibimbing / Dimuridkan
Setelah itu mereka diajar hidup sebagai murid Kristus.
Contohnya:
Sida-sida Etiopia
Dalam Kisah Para Rasul 8:35-38, Filipus memberitakan Injil kepada
sida-sida Etiopia. Setelah percaya, ia langsung meminta dibaptis.
Ini menunjukkan bahwa baptisan dilakukan setelah ada iman kepada Kristus.
3. Mengapa Perlu Dibimbing Sebelum
Baptisan?
Bimbingan sebelum baptisan sangat penting supaya seseorang:
- Mengerti arti keselamatan
- Mengerti makna baptisan
- Memahami pertobatan
- Mengerti komitmen mengikuti
Kristus
Tanpa pengajaran, seseorang bisa menganggap baptisan hanya tradisi atau
formalitas gereja.
Karena itu banyak gereja mengadakan:
- kelas katekisasi,
- pembinaan iman,
- atau pelajaran dasar Kristen
sebelum baptisan.
Hal ini sejalan dengan prinsip pemuridan dalam Alkitab.
4. Mengapa Tetap Perlu Dibimbing
Setelah Baptisan?
Baptisan bukan akhir perjalanan rohani, tetapi awal kehidupan baru.
Rasul Paulus berkata:
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.”
— 2 Korintus 5:17
Orang yang baru dibaptis masih perlu:
- belajar firman Tuhan,
- bertumbuh dalam doa,
- hidup kudus,
- melayani,
- dan menjadi saksi Kristus.
Tanpa pemuridan setelah baptisan, banyak orang percaya menjadi “bayi
rohani” yang tidak bertumbuh.
5. Jadi, Mana yang Benar?
Jawabannya:
Orang percaya perlu dibimbing sebelum
baptisan DAN tetap dibimbing sesudah baptisan.
Sebelum baptisan:
Untuk memahami Injil dan mengambil keputusan iman dengan sadar.
Sesudah baptisan:
Untuk bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa.
Dengan demikian, baptisan bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari proses
pemuridan Kristen.
6. Kesalahan yang Sering Terjadi
a. Dibaptis tanpa pengertian
Akibatnya orang tidak memahami arti hidup baru.
b. Dibaptis hanya karena ikut keluarga
atau tradisi
Iman menjadi tidak pribadi.
c. Setelah baptisan tidak dibina lagi
Orang mudah jatuh, kecewa, bahkan meninggalkan iman.
Karena itu gereja perlu menolong orang percaya melalui pemuridan yang
berkelanjutan.
7. Kesimpulan
Menurut prinsip Alkitab:
- Injil diberitakan terlebih
dahulu,
- orang percaya dan bertobat,
- kemudian dibaptis,
- lalu terus dibimbing menjadi
murid Kristus.
Jadi, bukan memilih:
“dibaptis dulu” atau “dibimbing dulu,”
melainkan keduanya harus berjalan bersama dalam proses pemuridan Kristen.
Baptisan adalah tanda iman, sedangkan pembimbingan adalah proses
pertumbuhan menuju kedewasaan rohani.
Sumber Buku & Referensi
- Alkitab SABDA – Baptisan
- IN-CHRIST.NET – Pemuridan: Jalan Menuju Kedewasaan
Penuh dalam Kristus
- GramediaPost – Cara Baptisan Menurut Injil
- Alkitab SABDA
- Buku:
- John Stott, Pemuridan Kristen
- Dietrich Bonhoeffer, The Cost
of Discipleship
- Rick Warren, Purpose Driven
Life
- Edmund Chan, A Certain Kind
- J.I. Packer, Knowing God



