Monday, June 6, 2022

Apakah Gereja saat ini boleh berdoa meminta Roh Kudus dicurahkan?

 



Apakah Gereja saat ini boleh berdoa meminta Roh Kudus dicurahkan?

Melihat perkembangang gereja masa kini, atas pengajaran yang bermunculan maka, umat Tuhan harus meneliti dan memahami apakah sesuai dengan Kitab Suci Alkitab atau tidak?

Kata semula ialah "Roh Kudus" atau "Roh Suci"; oknum Allah yang ketiga dan yang tidak kelihatan. Roh Allah bekerja melalui pikiran, perasaan dan pribadi manusia.

·         Oleh Roh dan Firman-Nya Allah menciptakan langit dan bumi dan memberi nafas kepada manusia (Kej 1:2; 2:7;
·         Mazm 33:6; 104:23). Roh Allah juga menggerakkan orang-orang tertentu: hakim-hakim, raja-raja, nabi-nabi.
·         Dalam Perjanjian Baru seringkali disebut: Roh Kudus atau Roh Allah atau Roh Yesus (Kis 16:7) atau
·         Roh Anak Allah (Gal 4:6) ialah pelaksana kehendak Allah di bumi.
·         Ia sebagai Penghibur (Penolong) melanjutkan dan menterapkan karya Keselamatan Yesus (a.l. Yoh 14:16). 
·         Dialah dinamik pekabaran Injil (Kis 1:8).
·         Ia memberikan kesaksian Allah dalam hati orang-orang percaya bahwa mereka anak-anak Allah (Rom 8:15-16).

Supaya orang-orang Kristen mengerti dengan benar bahwa Roh Kudus itu adalah Allah berdasarkan Firman-Nya Dalam Alkitab. Sampai disini kita harus makin waspada agar jangan sampai terjebak dalam pemikiran, siapakah yang lebih besar atau siapakah yang lebih berkuasa, di antara Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), Allah Roh Kudus. Harus kita ketahui bahwa ketiga Pribadi dalam Tritunggal itu adalah sama, dan setara. Dikatakan bahwa tidak ada yang lebih dahulu dan yang terlebih kemudian. Tritunggal ada bersama-sama sejak kekal. Roh Kudus adalah Pribadi sendiri. Dia bukan sekedar kuasa Allah. Dia merupakan Pribadi tersendiri dari Allah.

A. Bukti Roh Kudus adalah Allah

Roh Kudus memiliki nama-nama Ilahi.

a. Ia disebut Roh Allah (Kor 6:11).

b. Ia disebut Roh Kristus (Roma 8:9).

c. Ia disebut Roh yang Kekal (Ibr 9:14).

d. Ia disebut Roh Kebenaran (Yoh 16:13).

e. Ia disebut Roh Kemuliaan (I Petrus 4:14).

f. Ia disebut Roh Kekudusan (Roma 1:4).

B. Nama-nama ini menunjukan bahwa Ia melakukan apa yang hanya dapat diperbuat oleh Allah saja. (Roma 8:15).

Roh Kudus disertakan dengan Allah Bapa, maupun Yesus Kristus (Mat 28:19; 2 Kor 13:13).

1. Roh Kudus memiliki sifat-sifat Ilahi.

a. Roh Kudus Mahatahu (1Kor 2:10-11).

b. Roh Kudus Mahahadir (Mzm 139:7).

c. Roh Kudus Mahakuasa (Kish 1:2).

d. Roh Kudus Memberi Hidup (Rm 8:2).

e. Roh Kudus Sumber Hikmat (Yes 40:13).

f. Roh Kudus Kekal (Ibr 9:14). Sifat ini hanya dimiliki oleh Allah saja.

2. Roh Kudus mengerjakan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah.

a. Roh Kudus bekerja dalam penciptaan alam semesta (Kej 1:12).

b. Roh Kudus menilhamkan Firman Allah (2 Pet 1:21). c. Roh Kudus mengandungkan Kristus melalui perawan Maria (Luk 1:35).

d. Roh Kudus meyakinkan Orang-orang percaya (Yoh 16:8).

e. Roh Kudus Melahirkan Kembali seseorang secara rohani hingga menjadi Kudus (Yoh 3:5-6).

f. Roh Kudus memberi Penghiburan (Yoh 14:26).

g. Roh Kudus menyucikan /menguduskan (2 Tes 2;13).

 

Kesimpulan:

Roh Kudus adalah Allah sebagaimana dibuktikan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya.dan Karya-karya-Nya. Umat Tuhan saat ini berkumpul berdoa seperti dalam Kisah Para Rasul 2 itu boleh dan baik karena ditengah-tengah persekutuan ada kuasa Tuhan bekerja, tetapi bukan meminta Roh Kudus dicurahkan, karena Roh Kudus sudah ada didalam hati setiap orang percaya, ketika ia mengaku dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi (Efesus 3:11-14).

11  Aku katakan "di dalam Kristus," karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan  —  kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya  — 

12  supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

13  Di dalam Dia kamu juga  —  karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu  —  di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

14  Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Roh Kudus juga dapat menggerakan hati orang percaya untuk memberitakan injil/bersaksi (KIsah Para Rasul 2:8).

8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Jadi yang menjadi tugas/tanggung jawab orang percaya adalah, hidup bersekutu, Berdoa bersama, Menjadi pelaku firman Tuhan (bersaksi membawa kabar baik).

 

Sumber:

 Alkitab LAI

 D. F. Walker, Konkordansi Alkitab, (Jakarta: BPK Gunung Mulia)), 2003.

 See ID_ENSIKLOPEDI_ALKITAB ROH KUDUS

Tuesday, May 31, 2022

PERANAN ROH KUDUS DALAM PENGINJILAN

 

PERANAN ROH KUDUS DALAM PENGINJILAN:

Hari ini Rabu, Tgl 1 Juni 2022

Pendahuluan:
Peranan Roh Kudus dalam Penginjilan sangat penting bagi kehidupan dan pelayanan pemberitaan injil bagi orang yang mengaku percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.
Dokter Lukas dalam pimpinan, tuntunan, arahan, bimbingan dan ilham Roh Kudus, menulis:
Kisah Para Rasul 1:8.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”.
Para rasul bisa menjadi saksi Kristus yang berhasil kalau mereka menerima kuasa dari tempat maha tinggi yaitu Roh Kudus yang adalah pribadi ketiga dari Tritunggal.

         Pertama: 
Roh Kudus Memberikan Kuasa, Memimpin & Menyertai Pemberitaan Injil

·         Memberikan Kuasa

o   Kata “kuasa” dalam bahasa Yunani menggunakan kata “dunamis”. Kata ini bukan sekedar kekuatan atau kemampuan biasa. Istilah “dunamis” secara khusus menunjuk kepada kuasa yang bekerja atau berkarya dan juga kuasa yang bereaksi. Dokter Lukas memberi penekanan bahwa kuasa Roh Kudus termasuk Kekuasaan untuk mengusir roh-roh jahat dan Urapan untuk menyembuhkan orang sakit sebagai kedua tanda penting yang menyertai pemberitaan Kerajaan Allah.

o   Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia memperlengkapi atau memberi kuasa untuk menyertai mereka. (Mat 28:18-20) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Demikian juga janji Yesus sebelum naik ke sorga, (Kisah Para Rasul 1:8). ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil, Ia memberi kuasa untuk mengalahkan kuasa kegelapan. Lukas 9:1,2 dan ayat 6 “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.”

o   Tuhan Yesus memberikan tenaga (Ing. power; Yun. dunamis) dan kuasa (Ing. authority; Yun. exousia) ketika Ia mengutus murid-murid-Nya, dan mereka pun pergi dengan kuasa dari Tuhan itu. Tugas yang mereka akan lakukan adalah tugas yang berhadapan langsung dengan kuasa kegelapan, ini tugas yang berat, ada tantangan yang dihadapinya, Mereka adalah manusia-manusia yang terbatas dan banyak kekurangan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan kuasa itu kepada mereka. Kuasa yang sama Tuhan juga berikan kepada kita yang hidup dan melayani di zaman ini.

·         Memimpin & Menyertai

o   Penyertaan Roh Kudus dalam penginjilan, Yesus mengatakan; Kuasa Roh Kudus memimpin dan Menyertai (Mat 10:16). “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” Bahkan pada waktu itu, mereka ditangkap dan diserahkan kepada majelis-majelis agama (Sanhedrin), bukan berarti mereka kalah, tetapi mereka akan mengalami kemenangan. Walaupun mereka telah dibawa menghadap gubernur dan raja karena Yesus, tetapi justru menghasilakan kesaksian kepada orang kafir.

o   Penyertaan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil sangat nyata (Matius 10:19-20), “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Artinya murid-murid-Nya (penginjil) akan dipenuhi dengan Roh Kudus yang sekaligus akan memberikan karunia kebijaksanaan dan kata-kata untuk memberi kesaksian yang memuliakan Kristus. Kalau kita melihat Stefanus penuh dengan Roh Kudus memberitakan kesaksian tentang Yesus, Mahkamah Agama tidak dapat lagi melawan dan membantahnya, sehingga mereka sangat marah dan geram dan akhirnya membunuh Stefanus (Kis 7:54, 55, 57).

o   Roh Kudus tinggal dalam hidup kita, itulah cara TUHAN memyertai umat-Nya. “Sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh. 14:16b, 17b).

o   Penyertaan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil dibuktikan dengan tanda-tanda ajaib akan menyertainya. (Mrk 16:15-18)."Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan- setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh"

o   Roh Kudus memberikan kuasa kpd orang yg Megenal Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamat secara pribadi & Mentaati Firman Tuhan (Alkitab)
o   Kuasa Mendiami Hati setiap orang yang percaya
o   Roh Kudus Mengajar kita melakukan kehendak TUHAN (Yoh. 14:26).
o   Roh Kudus menyadarkan kita dari segala dosa-dosa kita (Yoh. 16:8-9).
o   Roh Kudus memimpin kita kepada kebenaran (Yoh. 16:13).
o   Roh Kudus menjadi jaminan kekal, bahwa kia milik Allah
o   Roh Kudus memeteraikan kita untuk menjadi milik TUHAN
o   Kuasa Menggerakan Hati orang percaya untuk berani bersaksi
o   Kuasa untuk bersaksi bersama dengan Roh kudus Kisah Para Rasul 5:31-32 (TB)  Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
o   Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
o   Memberikan semangat (Roma 12:11) Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
o   Kuasa Mengalahkan Musuh Iblis/kuasa kegelapan
o   Kuasa untuk mengalahkan budaya dan Kebiasaan mengandung dosa
o   Memberikan Kekuatan di saat lemah dan Putus asa
o   2 Timotius 1:7  Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
o   Melengkapi orang percaya dengan Karunia (Ibrani 2:4) Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.
o   Roh Kudus Memberikan Penghiburan & kemenangan bagi kita.
 

Kedua:
Roh Kudus mematahkan 
penghalang-penghalang pemberitaan Injil

o   Bagi orang Yahudi beranggapan bahwa keselamatan hanya untuk bangsa Yahudi, tidak untuk bangsa-bangsa non Yahudi. Roh Kudus sangat berperan di dalam meruntuhkan tembok penghalang itu.

o   Roh Kudus menghendaki penganiayaan terjadi di Yerusalem (Kis 8:1-4) yang mengakibat orang-orang Yahudi keluar dari kota Yerusalem ke daerah-daerah yang yang memungkin mereka memberitakan Injil. Sebagai contoh Filipus memberitakan Injil ke Samaria (Kis 8).

o   Petrus yang merasa bingung mendapat penglihatan supaya memberitakan Injil bagi orang-orang non-Yahudi. Petrus yang menaruh prasangka itu oleh pimpinan Roh Kudus pergi ke rumah Kornelius, seorang Perwira Romawi yang tidak bersunat (Kis 10:16- 19). Petrus mengatahui bahwa saudara-saudara yang ada di Yerusalem tidak dapat menerima apa yang dilihat dan dilakukan Petrus di rumah Kornelius.

o   Paulus oleh Roh Kudus dapat menyeberang Makedonia setelah melihat penglihatan malam hari. Pergilah Paulus memberitakan Injil kepada orang-orang Makedonia (benua Eropa saat ini). Roh Kudus meruntuhkan tembok-tembok penghalang sehingga Injil dapat menembus kepada segala bangsa. Nubuatan Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8 tergenapi karena pekerjaan Roh Kudus.

·         Penghalang Didalam
o   Orang Kristen tidak rela berkorban untuk PI
o   Orang Kristen kurangnya Mengutus, Mendoakan PI, Mendukung PI.
·         Penghalang Diluar
o   Penganiayaan
o   Kuasa kegelapan
o   Kekuasaan
o   Kebudayaan/Kebiasaan

Ketiga: Kudus membawa dampak bagi Perkembangan & Pertumbuhan Gereja (Kisah Para Rasul 2:41-47)

o   Gereja mula-mula yang lahir pada Hari Pentakosta atau Hari Pencurahan Roh Kudus melalui pekabaran Injil yang dilakukan oleh Rasul Petrus oleh Roh Kudus. Setelah ia berkotbah tercatat ada 3000 orang yang percaya, bertobat, diselamatkan dan dibaptis. Ini membuktikan, Memproklamirkan Injil atau Kabar Baik tentang Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan untuk penebusan kita dan yang dibangkitkan untuk membenarkan kita, itulah keselamatan bagi setiap yang percaya dan mengaku serta menerima Dia sebagai Juruselamat.

o   Berita itulah yang diproklamirkan oleh Gereja-gereja Tuhan sepanjang Kitab Kisah Para Rasul, berita itu adalah berita penuh kasih karunia dan kuasa Allah. Sehingga setiap orang yang mendengarnya, percaya serta mengaku dan menerima dalam hati dan hidupnya akan diselamatkan: (Rm 10:10). “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”

o   Berita itulah yang dibutuhkan oleh umat manusia sepanjang sejarah, umat manusia yang dikuasai dosa dan akan menuju kebinasaan kekal serta yang tidak sanggup dengan usaha baik apapun untuk menyelamatkan dirinya. Berita itulah yang harus terus meneruskan diberitakan oleh Gereja-gereja Tuhan sepanjang zaman; juga oleh gereja kita sampai Tuhan datang untuk kedua kalinya. Jika kita ingin gereja kita terus bertumbuh.

o   Pekabaran Injil adalah bagaikan peredaran aliran darah dalam tubuh manusia. Jikalau peredaran aliran darah dalam tubuh kita baik dan lancar maka kita memiliki tubuh yang sehat. Sebaliknya jika peredaran aliran darah tidak lancar dan terganggu maka kita menjadi orang yang sakit. Demikian juga dengan gereja, jika gereja tidak mengabarkan Injil maka gereja akan sakit dan lama-kelamaan kalau tidak disehatkan kembali maka gereja akan mati.

o   Jikalau semua orang Kristen ingin gereja sekarang ini harus hidup dan bertumbuh maka semua orang percaya harus terlibat dan mendukung semua usaha pekabaran Injil yang dilakukan dengan berbagai karunia yang Tuhan berikan kepada gereja. Gereja yang tidak mengabarkan Injil adalah gereja yang siap untuk mati. Rasul Paulus berkata (1Kor 9:16): “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”
o   Jadikanlah kita gereja sekarang ini adalah gereja yang mengabarkan Injil.
o   Memberitakan Injil dan Melakukan kebenaran firman Tuhan Yang murni.

Kesimpulan:

Bapak/Ibu, Sdr/I Kesuksesan pemberitaan Injil sangat bergantung kepada penerimaan terhadap Roh Kudus dan kuasa-Nya. Roh Kudus yang memungkinkan pemberitaan Injil penuh kuasa, & Para murid atau orang percaya memiliki keberanian untuk bersaksi bagi Kristus, sehingga orang yang hilang dapat dimenangkan dan diajarkan untuk menaati semua yang diperintahkan-Nya. Jadi Peranan Roh Kudus dalam Penginjilan:

  •       Roh Kudus Memberikan Kuasa, Memimpin & Menyertai Pemberitaan Injil     
  •     Roh Kudus mematahkan penghalang-penghalang Pemberitaan Injil      
  •     Roh Kudus membawa dampak bagi Perkembangan & Pertumbuhan Gereja.

Dampak utama dari penerimaan terhadap Roh Kudus dan kuasa-Nya adalah Yesus Kristus diberitakan, dikenal, dierima, dikasihi, dipuji dan diimani sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Amin


Thursday, April 28, 2022

PENGINGAT DIRI 2 (PEMIMPIN)








Pemimpin yang tidak berkenan kepada TUHAN

✍️Pemimpin Pembrontak

✍️Pemimpin Bersekongkol dengan Pencuri

✍️Pemimpin suka menerima suap (Kebijakan/Materi) 

✍️Pemimpin tidak membela hak anak Yatim/Janda-janda (Orang lemah & kekurangan) 

Yesaya 1:23 (TB) Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka. 

Akibatnya:

✍️ Kubebaskan dengan Penghakiman yang Adil. 

✍️ Orang berdosa akan kubebaskan dengan tindakan yang benar. 

✍️ Orang-orang yang membrontak dihancurkan

✍️ Orang-orang  yang berdosa dihancurkan. 

✍️ Orang-orang yang meninggalkan Tuhan akan dihabiskan (Binasa). 

Yesaya 1:25-28:

Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya. 

Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia." 

Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar. 

Tetapi orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa akan dihancurkan bersama, dan orang-orang yang meninggalkan TUHAN akan habis lenyap. 

✍️Jadi, pemimpin yang berkenan kepada Tuhan selalu disertaiNya, walapun kesulitan dan persoalan yang datang silih berganti (terkadang tidak disukai karena menegakan kebenaran firman TUHAN). Tetapi pemimpin yang melakukan kejahatan akan mengalami kesulitan, kejatuhan & kebinasaan yang sangat fatal bukan kepada dirinya sendiri tetapi kepada keluarga dan komunitasnya. (YP) 


Tuesday, April 26, 2022

PENGINGAT DIRI 1: (PEMIMPIN) )



Pengingat Diri: (Pemimpin) 

✍️Mencari popularitas (Mencari perhatian tapi bukan niat tulus didalam melayani) 

✍️Mencari Pujian/Penghormatan (Maunya selalu dihargai tetapi tidak menghargai) 

✍️Menyenangkan orang lain (untuk kepentingan diri & kepuasan kroni-kroninya, bahkan akan menimbulkan pembrontak baru diwaktu mendatang jika ada kebijakan yang tdk menguntungkan dirinya (keluarganya) dari pemimpin baru. 

✍️Mencari keuntungan "Finansial" untuk waktu sesaat selama masa memimpin (Tidak memikirkan generasi berikutnya). 

✍️Melakukan Pelayanan dengan berbalut kata "Rohani" tetapi prilakunya tidak rohani, (selalu ada perbedaan didalam melayani antara orang miskin dan kaya, Jauh dan dekat dll). 

2 Timotius 3:1-9, Yakobus 3:14, Yakobus 3:16, Yudas 1:12

✍️Hal-hal seperti ini dapat membuat pelayanan, organisasi, kelompok dapat berjalan baik, menyenangkan orang dan mendapat pujian tetapi tidak menyenangkan hati Tuhan, tidak sesuai Alkitab (Kitab Suci) bahkan membawa umat kepada kebinasaan. 

2 Timotius 3:1-9
(Keadaan Manusia pada akhir zaman)
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.


Yakobus 3:14
Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!


Yakobus 3:16
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.


Yudas 1:12
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (YP) 
Bersambung...



Monday, March 21, 2022

Doa Orang Benar sangat Besar KuasaNya


Doa Orang Benar sangat Besar KuasaNya Yakobus 5:15-16⛪

Yakobus 5:15

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Yakobus 5:16

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Setiap orang percaya pasti ingin supaya doanya dikabulkan oleh Tuhan, Namun orang yang meminta pertolonga kepadaNya, apakah sudah benar-benar meyakini Kristus sebagai Juruselamat Peribadi yang sanggup memulihkan hidupnya?

Bagaimana cara berdoa yang benar dan dikehendaki Allah?

1. Doa yang lahir dari Iman (ayat 15)

2. Mengaku Dosa (ayat 16a)

3. Saling Mendoakan (ayat 16b)

4. Yakin dengan Doa yang kita Naikan (16c) Hanya Kepada Yesus sebagai Tuhan Juruselamat dan Penyembuh kita #sangat besar KuasaNya#

Mangapa kita harus berdoa?

1. Karena Doa Menyelamatkan orang sakit (ayat 15).

2. Karena Doa membangunkan orang sakit (ayat 15b).

3. Karena Doa Menghapus/mengampuni dosa (ayat 15c).

4. Karena Doa Orang Benar dengan Yakin didoakan sangat besar kuasaNya (ayat 16).

Kesimpulannya

Orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi otomatis di sudah tinggal didalam Kasih Allah yang besar itu. Maka apa pun yang dilakukan pasti ada perlindungan dari Allah Melalui Kristus Yesus yang kita percayai. Dengan demikian apapun permasalah dosa, sakit penyakit, pergumulan, persoalan/problem yang kita hadapi tidak melebihi kekuatan kita karena ada Yesus yang sanggup membebaskan dan memulihkan kita. Amin

*Yesaya Penlobang* 

Saturday, March 19, 2022

Keyakinan Iman



Keyakinan Iman

Apakah Iman kita tidak bertumbuh? 

Mungkinkah Iman kita  statis, tidak mundur, juga tidak maju? Apa yang terjadi? Hal itu dikarenakan kita gagal mengenali hambatan-hambatan yang menghalangi pertumbuhan Iman kita. Iman tidak berhenti ketika kita mengambil keputusan percaya dan bertobat kepada Yesus Kristus. Iman harus di jalani, iman harus bertumbuh, berbuah, sampai mencapai tingkat kedewasaan penuh. Pertumbuhan iman adalah keharusan untuk kehidupan rohani yang berhasil dan produktif.

Alkitab dalam 2 Petrus 3:18 dan Efesus 4:13-15 memerintahkan kita agar bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus, dan mencapai kedewasaan penuh.

Ada 6 alasan mengapa kita harus bertumbuh dan menghasilkan buah:

1. Bertumbuh dan berbuah menunjukan bahwa kehidupan rohani kita hidup

2. Bertumbuh dan berbuah menghindarkan kita dari kehidupan rohani yang tidak efektif.

3. Bertumbuh dan berbuah menghindarkan kita dari bahaya disesatkan (Efesus 4:13-14).

4. Bertumbuh dan berbuah menghindarkan kita dari kemurtadan (Ibr. 6).

5. Bertumbuh dan berbuah membuktikan bahwa kita adalah orang Kristen sejati (Yohanes 15:8)

6. Bertumbuh dan berbuah adalah cara kita memuliakan Tuhan (Yohanes 15:8).

Dr. Warren Wiersbe mengatakan, “persoalan terbesar dalam gereja bukan soal keuangan, tetapi soal ketidakdewasaan iman.” Artinya, jika orang Kristen bersikap masa bodoh terhadap kondisi imannya, sikapnya itu akan memunculkan banyak masalah dalam gereja dan kehidupan pribadinya.

Dalam perjalanan iman menuju kedewasaaan penuh, iblis dengan tipuan muslihatnya menyebarkan ranjau, jebakan, guna menghambat pertumbuhan iman kita. Iblis tidak akan pernah berhenti mengganggu kita sampai kita terkapar jatuh. Amin

Wednesday, November 10, 2021

SEJARAH GKII DI BALI



SEJARAH GKII DI BALI

(11 November 1931 – 11 November 2021)


Tulisan ini mencoba menyajikan sebuah catatan sejarah bagaimana Tuhan membuka dan memelihara gereja-Nya, dan memakai Gereja Kemah Injil Indonesia memenangkan Bali bagi Tuhan. 


MELETAKAN DASAR

Dr. R. A. Jaffray

Tahun1929 Dr. R. A. Jaffray sekembalinya dari Bali, Tuhan menyatakn visi membawa Bali menjadi bagian dari Kerajaan Sorga. Tetapi penginjilan di Bali tidak semudah yang diharapkan karena pemerintah Hindia Belada tidak mengijinkan. Berbagai usaha telah dilakukan namun izin untuk penginjilan tetap tidak diperoleh. 

Tuhan memberi hikmat Dr. Jeffray untuk menyampaikan berita Injil kepada warga Tionghoa. Sementara izin belum diperolehnya, ia menantang mahasiswa teologia Alliance Bible Seminary di Tiongkok untuk mengambil bagian dalam penginjilan di Bali. Tantangan itu diresponi oleh Tsang To Hang. 

MASA PERSIAPAN

Tsang To Hang

Tsang To Hang yang terlahir dengan nama Tsang Kam Foek, dari sebuah keluarga miskin dari daratan China. Ia merupakan salah seorang perintis C.F.M.U. (The Chinese Foreign Missionarry Union / Misi Penginjilan Tionghoa Untuk Seberang Lautan)  yaitu sebuah badan misi penginjilan yang pertama di Tiongkok. Badan ini terbentuk dari gagasan beberapa hamba Tuhan yang berkebangsaan Tionghoa pada tahun 1928 yang diketuai oleh Dr. Leland Wang. Dalam pelaksanaannya, C.F.M.U berada di bawah pimpinan Dr. R. A. Jaffray, yang juga pada waktu itu sebagai ketua dari C.M.A. (Christian and Missionary Alliance) yaitu badan misi yang menaungi Gereja Kemah Injil. 

Pada tahun 1929 Tsang To Hang dan keluarga meninggalkan negaranya dengan berlayar menuju Indonesia. Pada bulan Februari 1930 mereka tiba di Makassar. Konfrensi C.F.M.U. dan C.M.A. memutuskan untuk mengirim Tsang To Hang ke Lombok sambil menunggu izin dari pemerintah Hindia Belanda. Dari apa yang diputuskan tersebut Tsang To Hang dan keluarga berlayar ke pulau Lombok. Di pulau ini ia tinggal sambil belajar bahasa Melayu (red. Indonesia). 

Januari 1931 merupakan titik awal dari pekerjaan Tuhan di Bali melalui pelayanan C.F.M.U. dan C.M.A. karena telah diperoleh izin penginjilan di Bali dari Pemerintah Hindia Belanda. Kesempatan ini langsung disambut dengan semangat yang tinggi oleh Tsang To Hang. Satu bulan semenjak izin di terima Dr. R. A. Jaffray, Tsang To Hang dan keluarganya pindah dari Lombok ke Bali dan menetap di Wangaya, Denpasar. 

MASA MENABUR

Sekitar tiga bulan setelah Tsang To Hang tiba di Bali, ia memulai pekerjaan penginjilannya. Bulan Mei 1931 pekerjaannya membuahkan hasil, empat orang Tionghoa dibaptis. Baptisan pertama ini dilakukan oleh Dr. R. A. Jaffray. Tiga dari empat orang yang dibaptis ini adalah orang Tionghoa-Bali. Salah satu dari ketiga orang ini bernama Ang Wei Chik. 

Pintu berita keselamatan bagi Bali mulai menyala. Ang Wei Chik berhasil membawa I Gusti Made Rinda percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dari I Gusti Made Rinda berita Injil mulai bergema kepada sahabat-sahabatnya yang ada di Untal Untal seperti I Made Risin, dan juga kepada desa-desa yang ada di sekitarnya. 

Tukad Yeh Poh merupakan saksi alam yang menyaksikan terbukanya pintu keselamatan bagi orang Bali karena di sungai ini pada tanggal 11 November 1931 Dr. R. A. Jaffray membaptis Pan Loting, I Gusti Putu Sanur, Pekak Timotius, Pan Bungkalan, Pan Lipeng, Made Gelendung dan Pan Made Paul. Kesaksian Pan Loting yang disampaikan kepada murid-muridnya menunjukkan adanya semangat hidup baru, “Sekarang kita telah menjadi orang baru, yaitu orang-orang masehi”. Kata-kata yang sederhana tersebut membangun semangat dan kerinduan bagi murid-muridnya sehingga mereka menyambut dengan gembira berita yang disampaikan oleh Pan Loting. 

Kesaksian yang penuh dengan keberanian tidak hanya dilakukan kepada sesama orang Bali. Setelah Pemerintah Belanda mengetahui bahwa kekristenan sudah berkembang di antara orang Bali, mereka melakukan penyelidikan ke desa-desa di mana kekristenan mulai bertumbuh. Ketika penyelidikan dilakukan di desa Abian Base, mereka memerintahkan kepada kepala desa untuk mengumpulkan penduduk yang sudah beragama Kristen. Setelah mereka berkumpul, pemerintah Belanda mulai bertanya kepada mereka, “Apakah kalian sudah tahu dan memeluk agama Kristen?”. Seorang dari antara penduduk berdiri dan menjawab, “Apa yang Tuan maksudkan kami tidak mengerti, tetapi yang kami ketahui bahwa bila kami percaya kepada Yesus, dosa kami diampuni dan kami memperoleh keselamatan dan ada harapan untuk memperoleh hidup yang kekal“. Pemerintah Belanda kembali bertanya, ”Yesus yang kalian percaya itu siapa?”. Dengan serentak mereka menjawab, ”Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang kekal”. Jawaban tersebut membuat pemerintah Belanda kagum dan tidak menduga jauh dari apa yang telah menjadi kenyataan. Peristiwa di desa Abian Base akhirnya meluluhkan hati pemerintah Belanda, dengan turut ambil bagian pelayanan penginjilan di Bali meskipun harus menerima kecaman yang keras dari tokoh-tokoh agama Hindu.

MASA KESESAKAN 

Tantangan dari masyarakat  

Keyakinan akan kuasa Kristus yang menang atas kuasa-kuasa lain, mendorong suatu demonstrasi untuk meruntuhkan Pura-Pura keluarga orang-orang yang sudah menerima Kristus. Keputusan tersebut berdampak kepada kemarahan masyarakat di sekitar mereka. Akibatnya orang Kristen mengalami tekanan-tekanan dari para tokoh masyarakat Hindu.

Bentuk-bentuk tekanan yang mereka hadapi bermacam-macam. Mereka yang mengaku percaya kepada Kristus tidak diberi air untuk mengairi sawah-sawah mereka, dengan alasan air tersebut merupakan pemberian Dewa mereka. Orang Kristen tidak pernah mengadakan upacara sebagai tanda bersyukur kepada Dewa mereka, hal itu dilihat sebagai bentuk kedurhakaan orang-orang Kristen. 

Tekanan lain, adalah apabila ada di antara orang Kristen yang meninggal dunia tidak diizinkan dikuburkan di pemakaman (setra), dengan alasan adalah tempat tinggal Betara Durga. Mereka juga tidak diizinkan untuk menguburkan jenasah di tempat lain, seperti tanah pribadi dengan alasan mencemarkan desa. Satu-satunya jalan adalah dengan membawa jenasah ke luar dari desa menuju Denpasar untuk dikuburkan di pemakaman milik orang asing. Dalam perjalanan ke pemakaman tersebut hinaan dan cercaan terus menerpa. Rombongan kematian dihina dengan perkataan-perkataan yang kotor. Mereka dikatakan kelompok orang yang hendak memakamkan bangkai anjing yang sudah membusuk. Kadang-kadang rombongan jenasah tersebut dilepari batu. 

Hal yang tak kalah beratnya dihadapi oleh orang yang baru percaya adalah mereka kehilangan hak atas kekayaan keluarga karena mereka tidak lagi mau ambil bagian dalam upacara-upacara di Pura-Pura desa. Mereka diusir dan harus meninggalkan kampung tanpa membawa apa yang menjadi milik mereka.

Hambatan dari Pemerintah Belanda

Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, tercatat ada 266 orang telah percaya Kristus melalui pelayanan Tsang To Hang. Perkembangan yang demikian pesat ini memunculkan kesulitan-kesulitan dalam pelayanan penginjilan. Tantangan dan hambatan mulai menekan orang-orang yang telah menerima Tuhan Yesus. Kecaman yang disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat Hindu kepada pemerintah Hindia Belanda yang disertai dengan aksi-aksi yang tidak manusiawi membuat pemerintah Belanda mengambil sikap. Mereka menyadari bahwa apa yang telah terjadi adalah akibat ulah dari Tsang To Hang. Tahun 1934 pemerintah Hindia Belanda mencabut izin penginjilan di Bali dan mengusir Tsang To Hang dari Bali.

Dengan hati sedih, Tsang To Hang meninggalkan Bali. Kata perpisahan yang diucapkannya, “Sekarang saya akan pergi meninggalkan saudara dan meninggalkan pulau Bali, tetapi ingatlah bahwa Ia masih bersama-sama dengan saudara-saudara. Ia begitu mencintai saudara-saudara. Dia berkata Aku tidak akan meninggalkan kamu yatim piatu, Aku akan datang kembali kepadamu ( Yoh 14:18 )“.

Dengan dicabutnya izin pelayanan Tsang To Hang oleh Pemerintah Hindia Belanda, Dr. R. A. Jaffray dan C.M.A. memanggil pulang beberapa siswanya ke Makassar. Pelayanan di Bali oleh Pemerintah Hindia Belanda diserahkan kepada Gereja Presbytarian Belanda dan Misi Katolik, yang kemudian mempercayakan pelayanan mereka kepada Zending dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Sekalipun demikian beberapa orang percaya di Bali masih menjalin hubungan dengan C.M.A. di Makassar. Pada tahun 1934 jumlah orang yang percaya di Bali sekitar 600 orang. Puncak kesulitan yang dihadapi oleh C.M.A. adalah pada tahun 1936, di mana Gereja Presbytarian Belanda bekerjasama dengan GKJW memanggil beberapa siswa dari Bali yang sedang belajar Alkitab di Makassar.

Jalan maut yang mengubahkan

Melihat masalah-masalah yang terjadi setelah Injil diberitakan di Bali maka pihak pemerintahan waktu itu berinisiatif untuk melenyapkan orang Kristen secara tidak langsung. Alternatif yang terbaik adalah memindahkan orang Kristen tersebut ke sebuah daerah di bagian barat pulau Bali. Sebuah daerah hutan yang diyakini sebagai pusat kekuatan roh kegelapan. Daerah tersebut juga merupakan sarang dari nyamuk malaria yang mematikan. 

Inisiatif dari pemerintah untuk menyingkirkan orang Kristen dari Bali baru terwujud pada tahun 1939. Mereka diberi lahan di sebuah hutan di sekitar desa Melaya. Daerah tersebut akhirnya dikenal dengan nama desa Blimbingsari. Perjalanan dari Denpasar ke daerah tersebut membutuhkan waktu hampir sehari semalam dengan berjalan kaki. Perjalanan pertama diawali hanya oleh para suami, sedangkan istri dan anak ditinggalkan di Denpasar. Setelah daerah tujuan siap untuk dihuni dan dikerjakan barulah para istri dan anak-anak dijemput untuk berjuang dan tumbuh bersama-sama. 

Tempat baru di mana mereka tinggal adalah daerah yang menakutkan dan terisolir dari desa sekitar membuat mereka kesulitan menjual hasil pertanian. Kadang-kadang mereka melihat seekor ‘anjing’ hampir sebesar sapi dewasa. Tetapi dengan semangat iman yang masih membara mereka mengusir segala bentuk intimidasi Iblis dan meyakini bahwa mereka sekarang sedang merebut tanah Kanaan yang dijanjikan Allah. 

Kebaktian rumah tangga diadakan secara rutin setiap petang yang ditandai dengan bunyi kentongan yang dipukul oleh pengurus gereja. Sesuai dengan iman mereka, akhirnya daerah tersebut menjadi sebuah desa yang subur dan termasyur bagi  daerah-daerah yang ada disekitarnya. Apa yang diyakini dan diharapkan oleh pemerintah tidak terjadi sama sekali. Kuasa Allah telah mematahkan segala macam penyakit dan intimidasi Iblis.

Dipecah untuk semakin berbuah

Penyerahan pelayanan dan pembinaan  orang Kristen di Bali kepada Gereja Presbyterian Belanda yang bekerja sama dengan GKJW dirasakan kurang memuaskan. Penginjilan bukan lagi sebagai prioritas pelayanan, yang menjadi prioritas adalah pelayanan menuju kedewasaan. Hal lain yang juga menjadi pertanyaan adalah mengapa baptisan selam sesuai dengan yang diajarkan Alkitab digantikan dengan baptisan percik dan dilakukan ketika masih kanak-kanak?

Pertentangan ini akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 1949 yang ditandai dengan pengunduran diri Pdt. I Wayan Pendak sebagai sekretaris Pesamuan Kristen. Pada tanggal 17 Juli 1949  Pdt. I Wayan Pendak, meletakkan jabatan sebagai Guru Injil dan menyatakan kembali meneruskan  pelayanan Gereja Sinar Injil (red. GKII). Langkah yang sama juga diambil oleh Pdt. I Ketut Geredeg. Mereka memiliki keputusan untuk kembali kepada pengajaran yang telah disampaikan oleh misi C.M.A. 

Sikap yang diambil oleh kedua tokoh tersebut diikuti oleh beberapa keluarga Kristen di Ambyarsari, Pakuseba, dan Untal Untal. Pengunduran diri tidak hanya dilakukan secara lisan, melainkan juga melalui surat penyataan yang ditulis oleh Pdt. I Wayan Pendak. Surat tersebut berbunyi sebagai berikut, ”Kami kepala rumah tangga yang bertanda tangan di bawah ini  (bertarti turut seisi rumah tangga), anggota GKPB dari kampung Untal Untal dan dari Ambyarsari menyatakan diri 1 Juli 1949 untuk Untal Untal dan 10 Maret 1952 untuk Ambyarsari, membebaskan diri dari Peraturan GKPB terhitung mulai 17 Februari  1952 kami menggabungkan diri dengan Kemah Injil”. Keputusan beberapa keluarga Kristen untuk kembali kepada pengajaran yang diajarkan C.M.A. menyatakan bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam segala bentuk kegiatan di GKPB. 

Apa yang menjadi komitmen dan pernyataan tersebut membawa dampak yang sangat besar yaitu kemarahan dari antara orang-orang GKPB di Ambyarsari. Mereka tetap menuntut agar yang memisahkan diri tetap ambil bagian dalam kegiatan di GKPB. Pertentangan terus memuncak sampai akhirnya terjadi aksi perampasan alat-alat dapur yang diprakarsai oleh Pan Cebur, sebagai reaksi atas mereka yang keluar dari GKPB. 

MASA PENUAIAN

Tanggal 10 maret 1952 merupakan hari bersejarah dimulainya kembali pelayanan Gereja Sinar Injil di Bali. Keluarga Pan Yunias, keluarga Pan Rastiti, keluarga Pan Seriah, keluarga Pan Majus, keluarga Pan Radeg, memutuskan untuk mengadakan kebaktian pertama dengan pola dari satu rumah ke rumah yang lain. Sampai akhirnya mereka mampu membangun sebuah gedung gereja. Lokasi yang dipergunakan adalah di atas tanah milik Pan Yunias sedangkan pastori dibangun di atas tanah milik Pan Radeg

Pelayanan kerohanian juga dilakukan secara swadaya, artinya apabila Pdt. I Wayan Pendak tidak hadir, maka dari antara mereka dipilih sebagai pengkhotbah. Kesadaran akan kuasa doa membuat jemaat dengan penuh semangat datang berdoa pagi dan belajar Firman Tuhan pada malam harinya. Demonstrasi kuasa darah Kristus terjadi dari tengah-tengah jemaat, di mana banyak saudara yang mengalami kelemahan menerima kekuatan dan tidak sedikit yang mengalami kesembuhan. Namun, perkembangan jemaat dan berbagai perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan di tengah-tengah jemaat tidak jarang mendapat hinaan dari saudara di GKPB. Ada yang menyampaikan hinaan tersebut ketika mengusir burung di sawah dengan mengatakan, “Dalam Nama Yesus hai kamu setan emprit, saya usir kamu keluar dari tempat ini”. 

Kekuatan jemaat di Ambyarsari telah nyata dengan diutusnya hamba-hamba Tuhan ke berbagai pelosok Indonesia. Di samping itu beberapa gereja Kemah Injil yang ada di Kabupaten Jembrana adalah hasil pelayanan jemaat ini seperti, Jemaat Mendoyo dan Warnasari. Pos-pos Peginjilan juga dibuka seperti Tukad Daya, Banyu Biru. Wujud nyata dari pelayanan sebagai gereja yang missioner adalah dengan diputuskannya untuk memilih lokasi gereja keluar dari desa Blimbingsari ke desa Melaya. 

Demikianlah juga  lahir dan berdiri jemaat-jemaat dewasa di luar Ambyarsari, seperti: Untal Untal (1949), Pakuseba (1950), Singaraja (1954), Klungkung (1957), Tuban (1960), Denpasar (1962), Mendoyo (1963), Gianyar (1968).

Beberapa misionaris C.M.A. yang telah berjasa dan ikut terjun dalam melayani di lingkup GKII di Bali, seperti: John Wesley Brill, sejak tahun 1933 melayani di Bali secara partikelir; Mauriche dan Biola Bliss (1952); Rev. Rodger Lewis (1953-1992).

Kepemimpinan GKII di Bali masuk dalam lingkup pelayanan Badan Pengurus Wilayah Indonesia Timur II. Dari tahun 1960-1991 pelayanan di Bali di gabung dalam Badan Pengurus Daerah Bali dan NTB, dengan Ketua BPD, Pdt. J. P. Kantohe (1960-1963), Pdt. I Made Gelebug (1963-1966), Pdt. I Wayan Radeg (1966-1978), Pdt. DR. Luther Tubulau (1978-1982), Pdt. Dewa Gede Rena (3 periode, 1982-1991), Pdt. I Nyoman Enos, M.A. (1991-1996). (MA) 


Pada tahun 1996 GKII di Bali dipisah dari NTB menjadi daerah tersendiri, dengan Ketua BPD pertama Pdt. I Gusti Nyoman David Aryana, M.Th. (1996-2006), dilanjutkan oleh Pdt. Alfretz Tololiu, S.Th. (2006 sd 2016), sekarang Pdt. Margo Adi, S.Th. (2016 sd 2026).  


**ditulis dari berbagai sumber.

KEPUTUSAN SINODE GEREJA DAN KEPUTUSAN PELAYANAN GEREJA MODERN

  KEPUTUSAN SINODE GEREJA DAN KEPUTUSAN PELAYANAN GEREJA MODERN “Ketika Pendidikan Teologi dan Kekuasaan Pelayanan Tidak Selalu Berjalan Sei...