KELUARGA KRISTEN YANG DIBENTUK DARI NOL
“Membangun Rumah Tangga yang Tetap
Hidup di Dalam Kristus”
Pendahuluan
Keluarga Kristen bukanlah sekadar hubungan antara seorang laki-laki dan
perempuan yang tinggal bersama. Keluarga Kristen adalah rancangan Allah
sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah melihat bahwa manusia tidak baik seorang
diri saja, sehingga Tuhan membentuk keluarga sebagai tempat kasih, pertumbuhan
iman, dan pewarisan keselamatan kepada generasi berikutnya.
Di zaman sekarang banyak keluarga dibangun di atas cinta yang dangkal,
materi, atau keinginan sesaat. Akibatnya, ketika badai datang, rumah tangga
mudah hancur. Namun keluarga yang dibangun di atas Yesus Kristus akan memiliki
dasar yang kokoh.
Firman Tuhan berkata:
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
Yosua 24:15
Keluarga Kristen dimulai dari nol, bertumbuh bersama Tuhan, mendidik
anak-anak dalam takut akan Allah, hingga akhirnya semua anggota keluarga hidup
dalam keselamatan sampai akhir hidup mereka.
1. PACARAN KRISTEN: MEMULAI DENGAN
KEKUDUSAN
Pacaran dalam iman Kristen bukanlah permainan perasaan atau tempat
memuaskan hawa nafsu. Pacaran adalah proses mengenal pasangan dalam kehendak
Tuhan menuju pernikahan kudus.
Tujuan Pacaran Kristen
- Mengenal karakter pasangan
- Bertumbuh bersama dalam iman
- Belajar saling menghormati
- Mempersiapkan pernikahan yang
takut Tuhan
Prinsip Penting dalam Pacaran
a. Mengutamakan Tuhan
Hubungan yang sehat dimulai ketika kedua pribadi sama-sama mencintai
Tuhan lebih dahulu.
“Carilah dahulu Kerajaan Allah…” Matius 6:33
b. Menjaga Kekudusan
Pacaran Kristen harus menjaga tubuh dan hati tetap kudus. Dunia
menganggap seks sebelum menikah biasa, tetapi Firman Tuhan memanggil umat-Nya
hidup dalam kekudusan.
c. Memiliki Komunikasi yang Sehat
Belajar mendengar, memahami, dan menyelesaikan masalah dengan kasih.
d. Melibatkan Orang Tua dan Gereja
Hubungan yang baik tidak disembunyikan, tetapi dibawa dalam doa dan
nasihat rohani.
2. BIMBINGAN PRA-NIKAH: MEMBANGUN
DASAR YANG KUAT
Banyak pasangan ingin pesta pernikahan yang besar, tetapi lupa membangun
fondasi rumah tangga yang benar. Karena itu bimbingan pra-nikah sangat penting.
Hal-Hal yang Harus Dipelajari
- Komunikasi suami istri
- Pengelolaan keuangan
- Penyelesaian konflik
- Kehidupan doa
- Tanggung jawab sebagai suami dan
istri
- Pendidikan anak
Pernikahan Bukan Tentang Kesempurnaan
Tidak ada pasangan yang sempurna. Pernikahan adalah perjalanan dua orang
berdosa yang belajar saling mengampuni dan bertumbuh bersama Tuhan.
“Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan
saling mengampuni…” Efesus 4:32
3. PEMBERKATAN NIKAH: PERJANJIAN
KUDUS DI HADAPAN TUHAN
Pernikahan Kristen bukan hanya acara adat atau pesta. Pernikahan adalah
perjanjian kudus antara suami, istri, dan Allah.
Makna Pernikahan Kristen
- Dipersatukan Tuhan
- Menjadi satu daging
- Hidup saling melayani
- Menjadi kesaksian bagi dunia
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang
telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
— Matius 19:6
Tanggung Jawab Suami dan Istri
Suami
- Mengasihi istri
- Menjadi imam keluarga
- Memimpin dengan kasih
Istri
- Menolong dan mendukung suami
- Menghormati keluarga
- Menjadi penolong yang sepadan
4. MEMBANGUN KELUARGA DI DALAM
KRISTUS
Setelah menikah, perjuangan sesungguhnya dimulai. Rumah tangga tidak
selalu mudah. Akan ada masalah ekonomi, perbedaan karakter, tekanan pekerjaan,
bahkan konflik.
Namun keluarga Kristen dipanggil untuk tetap bertahan dalam kasih
Kristus.
Dasar Keluarga Kristen
a. Doa Bersama
Keluarga yang berdoa bersama akan kuat menghadapi badai kehidupan.
b. Membaca Firman Tuhan
Firman Tuhan menjadi pelita bagi keluarga.
c. Saling Mengampuni
Tidak ada rumah tangga tanpa kesalahan.
d. Menjadi Tempat Kasih
Rumah harus menjadi tempat yang aman, bukan tempat penuh kemarahan.
5. MEMILIKI KETURUNAN: ANAK ADALAH
TITIPAN TUHAN
Anak bukan beban, melainkan warisan Tuhan.
“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari TUHAN…” Mazmur
127:3
Banyak orang tua hanya memikirkan kebutuhan jasmani anak, tetapi lupa
kebutuhan rohani mereka.
Tugas Orang Tua Kristen
- Membawa anak mengenal Yesus
- Mengajar doa sejak kecil
- Membiasakan ibadah
- Memberi teladan hidup benar
Anak-anak belajar lebih banyak dari contoh hidup orang tua daripada
nasihat.
6. MEMBAWA INJIL DI DALAM KELUARGA
Keluarga Kristen dipanggil menjadi terang dunia.
Cara Membawa Injil dalam Keluarga
- Menjadi teladan kasih
- Mengampuni
- Menghindari kekerasan dan
kata-kata kasar
- Membawa anak aktif melayani Tuhan
- Menolong sesama
Rumah tangga yang hidup benar akan menjadi kesaksian bagi tetangga,
keluarga besar, dan masyarakat.
7. MENGASUH DAN MENGARAHKAN
ANAK-ANAK
Mengasuh anak bukan hanya memberi makan dan sekolah. Orang tua
bertanggung jawab membentuk karakter dan iman anak.
Hal Penting dalam Mengasuh Anak
a. Mengajar Firman Tuhan
Ajarkan Alkitab sejak kecil.
b. Menjadi Teladan
Anak melihat hidup orang tua setiap hari.
c. Mendisiplin dengan Kasih
Disiplin bukan kemarahan, tetapi bentuk kasih.
d. Mengawasi Pergaulan
Dunia modern penuh pengaruh buruk.
e. Mendoakan Anak
Doa orang tua memiliki kuasa besar.
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya…” Amsal 22:6
8. MEMBIMBING ANAK HINGGA MENIKAH
Ketika anak bertumbuh dewasa, orang tua tetap memiliki tanggung jawab
rohani.
Orang Tua Harus:
- Menjadi sahabat rohani anak
- Membimbing memilih pasangan hidup
- Menasihati dengan kasih
- Mengajarkan takut akan Tuhan
Banyak anak meninggalkan iman karena rumah tidak menjadi tempat kasih dan
pengajaran yang benar.
Keluarga Kristen harus terus menjaga iman anak-anak hingga mereka
membangun keluarga sendiri.
9. KESELAMATAN SELURUH KELUARGA
Tujuan terbesar keluarga Kristen bukan kekayaan atau keberhasilan
duniawi, melainkan keselamatan seluruh anggota keluarga.
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau
dan seisi rumahmu.” Kisah Para Rasul 16:31
Orang tua dipanggil menjaga api iman tetap hidup di rumah.
Ciri Keluarga yang Hidup dalam
Keselamatan
- Mengasihi Tuhan
- Hidup dalam pertobatan
- Setia beribadah
- Mengampuni
- Menjadi saksi Kristus
10. TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DI
HADAPAN TUHAN
Suatu hari nanti setiap orang tua akan berdiri di hadapan Tuhan dan
memberi pertanggungjawaban atas hidup keluarga mereka.
Tuhan dapat bertanya:
- Apakah engkau membawa anakmu
mengenal Aku?
- Apakah engkau menjadi teladan
iman?
- Apakah rumahmu dipenuhi kasih
atau pertengkaran?
- Apakah anak-anakmu melihat
Kristus dalam hidupmu?
Ini bukan tentang keluarga sempurna, tetapi keluarga yang terus hidup
dalam anugerah Tuhan.
PENUTUP
Keluarga Kristen tidak dibangun dalam satu hari. Semua dimulai dari nol:
- dari pacaran yang takut Tuhan,
- pernikahan yang kudus,
- perjuangan membangun rumah
tangga,
- membesarkan anak-anak,
- hingga mewariskan iman kepada
generasi berikutnya.
Dunia boleh berubah, tetapi keluarga yang berdiri di atas Yesus Kristus
akan tetap kuat.
Yesus harus menjadi pusat keluarga:
- pusat kasih,
- pusat pengampunan,
- pusat pendidikan,
- pusat keselamatan.
Kiranya setiap keluarga Kristen dapat berkata:
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Yosua
24:15
SUMBER BUKU & REFERENSI
- Alkitab Terjemahan Baru LAI
- Stephen Tong, Membesarkan Anak
dalam Tuhan
- James Dobson, Dare to
Discipline
- Gary Chapman, The Five Love
Languages
- Rick Warren, The Purpose
Driven Life
- Billy Graham, The Holy Spirit
- John MacArthur, Successful
Christian Parenting
- Myles Munroe, The Purpose and
Power of Love & Marriage
- Norman Wright, Premarital
Counseling
- Dennis Rainey, Building Strong
Families


No comments:
Post a Comment