Saturday, December 30, 2017

God’s Love The Word



God’s Love The Word
Kasih Allah (Yoh 3:1-21)
Khotbah Ibadah Minggu, Akhir Tahun 2017
31 Desember 2017, GKII Klungkung Semarapura

Pendahuluan:
Kasih:
1. Kasih, Kekasih
2. Kasih Karunia (Anugerah)
3. Kasih Mesra
4. Kasih Persaudaraan
5. Kasih Sayang
6. Kasih Setia

Allah:Yesaya 9:6
1.     Penasehat Ajaib
2.     Allah yang perkasa
3.     Bapa yang Kekal
4.     Raja Damai

DUNIA :
      Yunani, kosmos, dari akarnya berarti ‘dunia yg teratur’. Kata itu dipakai dalam PB tapi tidak dalam LXX, kadang-kadang untuk menyatakan apa yg kita sebut ‘alam semesta’, dunia yg dijadikan, yg di dalam PL digambarkan dengan ungkapan ‘segala sesuatu’ atau ‘langit dan bumi’ (bnd #/TB Kis 17:24*). ‘Dunia’ dalam arti itu dijadikan oleh Firman (#/TB Yoh 1:10*); dan ‘dunia’ itulah yg tentangnya Yesus berbicara ketika Dia mengatakan, bahwa tidak berguna seseorang memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan nyawanya (#/TB Mat 16:26*).

      Tapi karena manusia adalah bagian yg paling penting dari alam semesta, maka kata kosmos lebih sering dipakai di dalam arti yg terbatas, yakni untuk manusia; ia merupakan kata searti untuk he oikoumene ge, ‘bumi yg dihuni’, kata-kata yg dalam PB diterjemahkan ‘dunia’. Ke dalam ‘dunia’ itulah manusia dilahirkan, dan di dalamnya mereka hidup sampai mereka mati (#/TB Yoh 16:21*). Semua kerajaan dari dunia itulah yg ditawarkan oleh Iblis untuk diberikan kepada Kristus asal saja Ia menyembahnya (#/TB Mat 4:8,9*). Dunia itulah, dunianya orang laki-laki dan orang perempuan dari daging dan darah, yg dikasihi oleh Allah (#/TB Yoh 3:16*), dan yg ke dalamnya Yesus datang ketika Ia lahir dari seorang ibu manusia (#/TB Yoh 11:27*).

Bagamanacaraya merespon kasih Allah?
Langkah:
1.   MENERIMA KASIH ALLAH ITU? (Yoh Pasal 3:1-7/ Yoh 1:12)
o   Dengan Bertobat/ Lahir Baru (ayat 5)
o   Dengan Iman
o   Dengan Percaya
o   Dengan Pengharapan
2.   MEMILIKI KASIH ALLAH ITU?  (Yoh 3:8-13/(1 KOR 13:1-8)
o    Dengan Hal Sorgawi (Yang dimiliki Yesus)  & Hal Dunia (yang dimiliki Nikodemus){ayat 12}
o    Kasih itu sabar; (ayat 4)
o    kasih itu murah hati;
o    ia tidak cemburu.
o    Ia tidak memegahkan diri dan
o    tidak sombong.
o    Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan (ayat 5)
o    tidak mencari keuntungan diri sendiri.
o    Ia tidak pemarah dan
o    tidak menyimpan kesalahan orang lain.
o    Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (ayat 6)
o    Ia menutupi segala sesuatu, (ayat 7)
o    percaya segala sesuatu,
o    mengharapkan segala sesuatu,
o    sabar menanggung segala sesuatu.

3.   MELEKAT (TINGGAL DI DALAM) KASIH ALLAH ITU (Yoh 3:14-16/Yoh 15:7-12).
o     Meninggikan Yesus (ayat 14)
o     Dengan Percaya (ayat 15, Percaya)
o     Hidup Kekal (ayat 15, 16)
o     Kasih Karunia (Anugerah Allah yang besar) {ayat 16}
o     Pemberian AnakNya yang Tunggal (16)
o     Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan (ayat 7)
o     firman-Ku tinggal di dalam kamu,
o     mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan
o     kamu akan menerimanya.
o     Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu (ayat 8)
o     jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
o     "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, (ayat 9)
o      demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;
o     tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
o     Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, (ayat 10)
o     kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,
o     seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
o     Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu (ayat 11)
o     dan sukacitamu menjadi penuh.
o     Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi Kamu. (Ayat 12).

4.   MEMBERITAKAN KASIH ALLAH ITU? (Kis 1:8, Mat 28:18, 19, 20).
o   Kepada Dunia Yang Berdosa
o   Ada pengutusan (ayat 17)
o   Bukan Menghakimi, Tetapi Menyelamatkan (ayat 17)
o   Yesus mendekati mereka dan berkata: (Mat 28:18)
o   "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
o   Karena itu pergilah,  
o   jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
o   baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ayat 19)
o   dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. (Ayat 20)
o   Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Kesimpulannya:
1.   Menerima kasih Allah
2.   Memiliki kasih Allah
3.   Melekat (Tinggal didalam) Kasih Allah
4.   Memberitakan Kasih Allah.


Selamat Tahun Baru Tuhan Yesus memberkati kita semua AMIN

Friday, December 29, 2017

SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR

 SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR

Efesus 4:2 
Semeton patut tansah ngalap kasor, darma sadu miwah sabar. Sinahangja kapitresnan semetone malantaran saling tulungin.

Efesus 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.


SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR

(Ibrani erekh, Yunani makrothumia).          

I. Sifat Allah yg panjang sabar
          Sifat ini bukanlah kepasifan, tapi penguasaan atau pengekangan ataupun pengendalian diri Allah menghadapi perlawanan dan hal-hal lain yg menimbulkan amarah-Nya. Sifat ini hampir selalu dikaitkan dengan sifat kasih sayang dan kemurahan Allah terhadap orang berdosa dan pemberontak, yg sebenarnya patut kena murka-Nya. Tanda perlindungan diberikan-Nya kepada Kain (Kej 4:15), pelangi (Kej 9:11-17; bnd 1Pet 3:20), berkali-kali Israel yg durhaka itu dipulihkan kembali (Hos 11:8-9), diselamatkan-Nya Niniwe (Yun 3), pembelaan Yesus yg berulang-ulang atas Yerusalem (Mr 12:1-11), penundaan kedatangan Kristus yg kedua kalinya (2Pet 3:9), — semuanya itu adalah ungkapan dari panjang sabar Allah. Kesabaran Allah adalah ‘pemberian tempat dan waktu bagi manusia dengan maksud tertentu’ (Barth). Panjang sabar Allah adalah kesempatan yg diberikan untuk bertobat (Rom 2:4; 2Pet 3:9), dan doa dapat memperpanjang kesempatan ini (Kej 18:22 dab; Kel 32:30; 1Yoh 5:16).

          II. Kesabaran manusia
          Dalam Ams sifat ini paling dipuji; karena sangat berharga dalam praktik hidup untuk menghindari perselisihan, juga dalam menertibkan perkara-perkara dunia dengan bijaksana, terutama jika terlibat dalam hal-hal yang menimbulkan amarah. Orang Kristen wajib menunjukkan kesabaran seperti kesabaran Allah, dalam hubungan satu sama lain (Mat 18:26,29; 1Kor 13:4;  Ef 4:2; 1.Tes Ef 5:14), sebab panjang sabar adalah salah satu dari buah Roh Kudus (Gal 5:22). Kesabaran dalam hubungan dengan sesama harus sesuai dengan kesabaran (Yunani hupomone) dalam menghadapi penderitaan dan cobaan (Rom 5:3; 1Kor 13:7; TB Yak 1:3; 5:7-11; Wahy 13:10). Kesabaran yg menyerupai kesabaran Yesus ini (Ibr 12:1-3) adalah karunia ilahi (Rom 15:5; 2Tes 3:5). Orang Kristen yg bertahan sampai akhir karena kesabarannya, akan selamat atau memperoleh hidupnya (Mr 13:13; Luk 21:19; Wahy 3:10).

          III. Ketekunan
          Pengertian tekun atau terus-menerus tabah diungkapkan juga oleh kata kerja Yunani proskartereo. Artinya, tetap hadir untuk menjaga, seperti tentara pengawal pribadi Kornelius (Kis 10:7), tekun berpegangan pada atau menganut sesuatu. Dalam penerapannya secara rohani, kata itu berkaitan dengan kesabaran atau ketetapan hati untuk mengikuti hidup kristiani, khususnya yg berkaitan dengan doa (lih Kis 1:14; 2:42,46; 6:4; 8:13; Rom 12:12; 13:6; Kol 4:2; Ef 6:18). Dalam ayat-ayat ini terjemahan Indonesia berbeda-beda, yaitu: tekun, tabah, tak putus-putus, dsb.

Kesimpulanya:
Ciri-ciri orang yang hidup dalam kasih Karunia Allah?
1. Selalu rendah hati,
2. lemah lembut, dan
3. Sabar.
4. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Sumber: Index Ensiklopedi Alkitab Masa Kini

Thursday, December 28, 2017

GEMBALA



 GEMBALA
       Ada dua macam gembala dalam Alkitab. Pertama, orang yg menggembalakan ternak. Kedua, orang yg mengasuh dan membina manusia, yaitu gembala yg bersifat ilahi maupun fana. Terhadap keduanya kata pujian atau celaan adalah sama. Kata Ibrani dalam bentuk partisipium ialah ro’eh, kata Yunani poimen. Asuhan terhadap sesama makhluk fana bisa bersifat politik atau rohani. Para raja dan penguasa berulang-ulang disebut gembala oleh Homer dan penulis-penulis lain di luar Alkitab (Iliad, 1:263, 2:243, dst). Pemakaian cara demikian dalam kiasan yg lebih mendalam menonjol pada #/TB Yeh 34*.
       Gembala dalam arti harfiah pada zaman dulu dan sekarang, mengemban panggilan tugas yg banyak tuntutannya — panggilan setua panggilan Habel (#/TB Kej 4:2*). Dia harus mencari rumput dan air di daerah yg kering dan berbatu-batu (#/TB Mazm 23:2*), harus melindungi kawanan domba gembalaannya terhadap cuaca buruk dan binatang buas (#/TB Am 3:12*), harus mencari dan membawa kembali setiap domba yg sesat (#/TB Yeh 34:8*; #/TB Mat 18:12* dst). Jika tugas-tugasnya mengharuskan dia jauh dari perkemahan gembala, segala kebutuhan utamanya ia bawa dalam suatu kantung (#/TB 1Sam 17:40,49*), dan kemah menjadi penginapannya (#/TB Kid 1:8*). Mungkin ia menggunakan anjing sebagai pembantunya seperti gembala modern (#/TB Ayub 30:1*).
       Apabila para gembala beserta ternak gembalaannya tinggal menetap di suatu kota, hal itu menandakan hilangnya sejumlah penduduk dan telah terjadi malapetaka sebagai akibat hukuman yg ditimpakan Allah (#/TB Yer 6:3; 33:12*; #/TB Zef 2:13-15*). Gembala upahan bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas domba yg hilang (#/TB Kej 31:39*), kecuali ia berhasil mengajukan pembelaan yg membuktikan, bahwa suatu peristiwa benar-benar telah terjadi di luar pengetahuannya atau kemampuannya (#/TB Kel 22:10-13*).
       Gembala yg ideal haruslah kuat, rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri — memang banyak gembala demikian. Namun bajingan terdapat juga dalam suatu pekerjaan mulia (#/TB Kel 2:17,19*), dan ada juga gembala yg gagal dalam pekerjaan mereka (#/TB Za 11*; #/TB Nah 3:18*; #/TB Yes 56:11* dst).
       Demikianlah mulianya panggilan menjadi gembala. PL berulang-ulang melukiskan Allah sebagai Gembala Israel (#/TB Kej 49:24*; #/TB Mazm 23:1; 80:1*), lemah lembut dalam pengasuhan-Nya (#/TB Yes 40:11*), tapi kadang-kadang membina; kawanan domba-Nya dengan kemarahan-Nya, lalu dengan pengampunan mengumpulkannya kembali (#/TB Yer 31:10*). Kadang-kadang penggembalaan itu terutama bersifat hukuman, apabila si gembala dan manusia gembalaannya sama-sama dikutuk dan dihukum (#/TB Yer 50:6; 51:23*; #/TB Za 13:7*), Gembala yg tak setia itu mungkin gemetar berdiri di hadapan Yahweh (#/TB Yer 49:19; 50:44*). Kadang-kadang terdengar nada kasih dan iba apabila domba-domba itu ditinggalkan oleh orang-orang yg sebenarnya bertanggung jawab terhadap mereka (#/TB Bil 27:17*; #/TB 1Raj 22:17*; #/TB Mr 6:34*, dst).
       Dua orang gembala disebut sebagai khas dan istimewa, yaitu Musa (#/TB Yes 63:11*) dan, yg sangat mengherankan, seorang kafir, pelaksana dari maksud-maksud Allah, yaitu Koresy. (#/TB Yes 44:28*). Kitab Suci sungguh-sungguh menekankan betapa pentingnya tanggung jawab setiap pemimpin atas pengikut mereka. Salah satu ps yg paling khas dalam PL perihal celaan keras terhadap gembala-gembala yg tak setia adalah #/TB Yeh 34* (bnd Yet #/TB Yeh 23:1-4*, bahkan lebih keras lagi #/TB Yer 25:32-38*). Gembala-gembala itu, demi kepentingan mereka, memuaskan diri mereka sendiri, bukan domba-dombanya; domba gembalaan mereka dibunuh dan diserahkan demi keuntungan mereka; mereka mengkhianati tugas mereka yg sesungguhnya; karena itu Allah akan mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi gembala-gembala itu. Kelak Ia akan menetapkan seorang gembala (#/TB Yeh 34:23*). Ay ini dapat ditafsirkan sebagai mengacu pada penyatuan kerajaan utara dengan kerajaan selatan, tapi mungkin juga menubuatkan kedatangan Mesias.
       Dalam PB tugas Mesias adalah menjadi Gembala, bahkan Gembala Agung (#/TB Ibr 13:20*; #/TB 1Pet 5:4*; #/TB 1Pet 2:25*). Hal ini diuraikan secara rinci dalam #/TB Yoh 10* dan rinciannya sepadan dengan #/TB Yeh 34*. Pokok-pokok utama dalam Yoh adalah kejahatan orang-orang yg ‘masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tapi dengan memanjat tembok’ (#/TB Yoh 10:1*); sebutan pintu mengacu pada gembala yg sesungguhnya; ia mengenal domba-dombanya dan domba-domba itu mendengarkan suaranya (halnya masih demikian dgn gembala modern di Asia Barat). Ajaran mengenai Diri Mesias, yg diumpamakan pintu (gembala sering tidur tepat di mulut pintu atau di mulut tembok) terkait dengan Gembala yg baik, tapi bertentangan dengan gembala upahan yg tidak becus. Injil Yoh menggarisbawahi hubungan Mesias dengan para pengikut-Nya dan Allah; ihwal menyatukan ‘domba-domba lain’ menjadi satu kawanan dengan domba-domba lainnya (ay #/TB Yoh 10:16*); dan menolak orang-orang yg bukan domba yg sungguh dari Mesias itu.

       KEPUSTAKAAN.
E Beyreuther, NIDNTT 3, hlm 564-569;
 FT Bruce, ‘The Shepherd King’, dalam This is That, 1968, hlm 100-114;
 J Jeremias, TDNT 6, hlm 485-502.

KEPUTUSAN SINODE GEREJA DAN KEPUTUSAN PELAYANAN GEREJA MODERN

  KEPUTUSAN SINODE GEREJA DAN KEPUTUSAN PELAYANAN GEREJA MODERN “Ketika Pendidikan Teologi dan Kekuasaan Pelayanan Tidak Selalu Berjalan Sei...