Teologi Pekerjaan Menurut Alkitab
1. Pekerjaan adalah Rencana Allah (Kejadian 2:15)
Sebelum kejatuhan manusia, Allah sudah menempatkan Adam di taman Eden “untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Artinya: Pekerjaan adalah bagian dari ciptaan yang baik, bukan kutuk.
2. Allah Sendiri adalah Pekerja (Kejadian 1-2)
Allah bekerja menciptakan langit dan bumi selama 6 hari, lalu beristirahat pada hari ke-7.
Implikasi: Bekerja adalah refleksi dari gambar dan rupa Allah.
3. Pekerjaan adalah Pelayanan (Kolose 3:23-24)
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Pekerjaan bukan sekadar cari uang, tapi bagian dari ibadah dan kesaksian.
4. Pekerjaan dan Etika Kristen (Efesus 4:28)
“Orang yang mencuri jangan mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja... supaya dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”
Bekerja juga untuk memberi, bukan hanya menerima.
5. Bekerja dengan Integritas dan Tanggung Jawab (Amsal 22:29)
“Lihatlah orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri.”
Bekerja dengan baik adalah kesaksian iman.
6. Istirahat juga bagian dari teologi pekerjaan (Keluaran 20:8-11)
Allah memerintahkan Sabat — karena manusia butuh keseimbangan antara kerja dan istirahat.
Kesimpulan:
Teologi pekerjaan dalam Alkitab menunjukkan bahwa:
- Pekerjaan adalah panggilan ilahi
- Dilakukan untuk kemuliaan Allah
- Membentuk karakter, memberi dampak, dan menjadi kesaksian
- Bukan hanya soal penghasilan, tapi juga tanggung jawab dan ibadah
"Bekerjalah bukan sekadar untuk hidup, tetapi bekerja karena kamu hidup untuk Tuhan." CG YP

No comments:
Post a Comment