Kasih yang Berbeda (Matius 5:46–47) 🌄🙋
“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?”📝 Pendahuluan
Mengasihi orang yang baik kepada kita itu mudah. Namun Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk hidup berbeda dari kebiasaan dunia. Standar Kerajaan Allah bukan sekadar “balas kebaikan dengan kebaikan,” melainkan kasih yang melampaui batas manusiawi.
Isi Renungan
1⃣ Kasih yang Biasa (ayat 46)
Yesus menegur sikap kasih yang bersyarat. Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, maka kasih itu tidak berbeda dari kasih orang berdosa. Kasih Kristen sejati tidak menunggu balasan.
2⃣ Iman yang Tampak dalam Tindakan (ayat 47)
Memberi salam kepada saudara sendiri adalah hal yang wajar. Namun pengikut Kristus dipanggil untuk menunjukkan iman lewat sikap yang nyata kepada semua orang—termasuk yang sulit, berbeda, atau menyakiti.
3⃣ Identitas Orang Percaya
Yesus menegaskan bahwa kehidupan orang percaya harus mencerminkan identitas sebagai anak-anak Allah. Kasih yang radikal adalah tanda bahwa Kristus benar-benar hidup di dalam kita.
➡️ Aplikasi Kehidupan
▫️Apakah kita hanya ramah kepada orang yang sepemikiran dengan kita?
▫️Maukah kita mengampuni orang yang menyakiti?
▫️Bisakah kita tetap mengasihi saat tidak dihargai?
Kasih seperti ini tidak lahir dari kekuatan manusia, tetapi dari hati yang dipenuhi Roh Kudus.
⬇️Penutup
Kasih yang diajarkan Yesus adalah kasih yang melampaui kebiasaan dunia. Ketika kita mengasihi tanpa syarat, dunia melihat perbedaan—dan Allah dimuliakan.
🛐 Doa Singkat
Tuhan, ajar kami mengasihi bukan dengan kasih kami sendiri, tetapi dengan kasih-Mu. Ubah hati kami supaya hidup kami memancarkan kasih Kristus di mana pun kami berada. Amin. CG YP

No comments:
Post a Comment